Perangkat Jaringan LAN

•November 12, 2009 • Leave a Comment

Local Area Network (LAN)

Terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data dalam sebuah LAN. Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur LAN. Perangkat-perangkat tersebut adalah :

  • Repeater
  • Bridge
  • Hub
  • Switche
  • Router

Repeater/Penguat

Repeater, bekerja pada layer fisik jaringan, menguatkan sinyal dan mengirimkan dari satu repeater ke repeater lain. Repeater tidak merubah informasi yang ditransmisikan dan repeater tidak dapat memfilter informasi. Repeater hanya berfungsi membantu menguatkan sinyal yang melemah akibat jarak, sehingga sinyal dapat ditransmisikan ke jarak yang lebih jauh.

Hub

hub.gifHub menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN. Hub adalah repeater dengan jumlah port banyak (multiport repeater). Hub tidak mampu menentukan tujuan; Hub hanya mentrasmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan mode half-duplex.

Bridge

bridge.gifBridge adalah “intelligent repeater”. Bridge menguatkan sinyal yang ditransmisikannya, tetapi tidak seperti repeater, Brigde mampu menentukan tujuan.

Switch

ethernetswitch.gifSwitch menghubungkan semua komputer yang terhubung ke LAN, sama seperti hub. Perbedaannya adalah switch dapat beroperasi dengan mode full-duplex dan mampu mengalihkan jalur dan memfilter informasi ke dan dari tujuan yang spesifik.

Router

router.gifRouter adalah peningkatan kemampuan dari bridge. Router mampu menunjukkan rute/jalur (route) dan memfilter informasi pada jaringan yang berbeda. Beberapa router mampu secara otomatis mendeteksi masalah dan mengalihkan jalur informasi dari area yang bermasalah.

posted by faiz

Jaringan komputer

•November 12, 2009 • Leave a Comment

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

  • Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
  • Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
  • Akses informasi: contohnya web browsing

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Klasifikasi Berdasarkan skala :

  • Local Area Network (LAN)
  • Metropolitant Area Network (MAN)
  • Wide Area Network (WAN)

Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

  • Client-server

Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti http://www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

  • Peer-to-peer

Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.

Berdasarkan topologi jaringan : Berdasarkan [topologi jaringan], jaringan komputer dapat dibedakan atas:

  • Topologi bus
  • Topologi bintang
  • Topologi cincin
  • Topologi Mesh (Acak)
  • Topologi Pohon (Hirarkis)
  • Topologi Linier

posted by suci

Sejarah Jaringan

•November 12, 2009 • Leave a Comment

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1. Jaringan komputer model TSS.

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.

Model referensi OSI dan Standarisasi

Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1.

Table 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet.

Model OSI TCP/IP Protokol TCP/IP
No Lapisan Nama Protokol Kegunaan
7 Aplikasi Aplikasi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas
DNS (Domain Name Server) Data base nama domain mesin dan nomer IP
FTP (File Transfer Protocol) Protokol untuk transfer file
HTTP (HyperText Transfer Protocol) Protokol untuk transfer file HTML dan Web
MIME (Multipurpose Internet Mail Extention) Protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks
NNTP (Networ News Transfer Protocol) Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup
POP (Post Office Protocol) Protokol untuk mengambil mail dari server
SMB (Server Message Block) Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows
6 Presentasi SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Protokol untuk pertukaran mail
SNMP (Simple Network Management Protocol) Protokol untuk manejemen jaringan
Telnet Protokol untuk akses dari jarak jauh
TFTP (Trivial FTP) Protokol untuk transfer file
5 Sessi NETBIOS (Network Basic Input Output System) BIOS jaringan standar
RPC (Remote Procedure Call) Prosedur pemanggilan jarak jauh
SOCKET Input Output untuk network jenis BSD-UNIX
4 Transport Transport TCP (Transmission Control Protocol) Protokol pertukaran data beroriantasi (connection oriented)
UDP (User Datagram Protocol) Protokol pertukaran data non-oriantasi (connectionless)
3 Network Internet IP (Internet Protocol) Protokol untuk menetapkan routing
RIP (Routing Information Protocol) Protokol untuk memilih routing
ARP (Address Resolution Protocol) Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP
RARP (Reverse ARP) Protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware
2 Datalink LLC Network Interface PPP (Point to Point Protocol) Protokol untuk point ke point
SLIP (Serial Line Internet Protocol) Protokol dengan menggunakan sambungan serial
MAC Ethernet, FDDI,ISDN, ATM
1 Fisik

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2.

Tabel 2. Badan pekerja di IEEE

Working Group Bentuk Kegiatan
IEEE802.1 Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC.
IEEE802.3 Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
IEEE802.6 Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)
IEEE802.7 Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.
IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)
IEEE802.9 Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)
IEEE802.11 Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.
IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV

Ethernet

Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.

Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16, seperti pada Gambar 3.

48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html

Tabel 3. Daftar vendor terkenal chip ethernet

Nomer kode Nama vendor
00:00:0C Sisco System
00:00:1B Novell
00:00:AA Xerox
00:00:4C NEC
00:00:74 Ricoh
08:08:08 3COM
08:00:07 Apple Computer
08:00:09 Hewlett Packard
08:00:20 Sun Microsystems
08:00:2B DEC
08:00:5A IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

  1. 10Base5

Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

  1. 10Base2

Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

  1. 10BaseT

Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.
Gambar 8. Jaringan dengan media 10BaseT.
Gambar 9. Struktur 10BaseT.

Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Table 4.

Tabel 4. Jenis kabel UTP dan aplikasinya.

Kategori Aplikasi
Category 1 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.
Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.
Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.
Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.
  1. 10BaseF

Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.
Gambar 10. Struktur 10BaseF.
Gambar 11. Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT.

  1. Fast Ethernet (100BaseT series)

Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.

Desain Jaringan

Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. Mungkin Tabel 5 bisa dibuat sebagai referensinya.

Tabel 5. Faktor-faktor mendesain LAN

Jenis LAN Topologi Bus
Star
Ring Token Ring
Token Bus
Mesh
Kecepatan Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)
Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)
Ultra (lebih dari 1 Gbps)
Media transmisi Kabel (wireline)
Gelombang radio (wireless)
Tingkatan LAN Utama (backbone LAN)
Biasa (floor LAN)

Tutorial Membuat Aplikasi Sederhana Di Vb Dengan ADO

•November 12, 2009 • Leave a Comment

CARA MENGHUBUNGKAN VB DENGAN DATABASE

  1. Buka Access
  2. Buat Database + Tabel sampai selesai
  3. Buka VB
  4. Pilih Project + Component + Pilih Microsoft ADO Data Control 6.0 (OLEDB)
  5. Masukkan Componen Tersebut ke Form VB
  6. Lakuka Hal sebagai berikut :
    1. Klick Kanan muncul Properties ADODC
    2. Klick Build
    3. Pilih Jembatan sesuai dengan Tipe Acces
    4. Pilih Lokasi Database Acces yang anda simpan
    5. Klick Tombol Test Connection
    6. Jika terjadi kesalahan “DIBACA DAN DI ARTIKAN”
    7. Jika Tidak Muncul Test Connectian Sucsess
    8. Klik Tombol OKE
    9. Di Option “USE CONNECTION STRING” lakukan proses COPY.
    10. Lalu Klick tombol CANCEL.
  7. Buat Rumus Seperti dibawah ini :

Dim Database As ADODB.Connection

Dim Recor As ADODB.Recordset

Private Sub Form_Load()

Set Database = New ADODB.Connection

Database.Open “Hasil Copy Secara Wizard”

MsgBox “Database Sudah Berhasil Terhubung Ke Visual Basic”

End Sub

  1. Selesai

CARA MENAMPILKAN ISI DATA DI DATABASE ACCES

  1. Pilih Project + Component + Pilih Microsoft Datagrid Control 6.0
  2. Datagrid Tersebut di masukkan di Form yang telah di sediakan
  3. Buat Tombol Command Button dan CAPTION nya ketik LIHAT ISI DARI DATABASE, Di Name Command Button ketik namanya CMDLIHAT
  4. Klick 2 kali di Command Button tersebut.
  5. Buat Souce Codingnya sebagai berikut :

Dim K As New ADODB.Recordset

K.CursorLocation = adUseClient

If K.State = 1 Then

K.Close

End if

K.Open “SELECT * from buku”, Database, adOpenStatic, adLockReadOnly

Set DataGrid1.DataSource = K

DataGrid1.MarqueeStyle = dbgHighlightRowRaiseCell

DataGrid1.Refresh

  1. Selesai

KASUS DATA MAHASISWA

Nama Database : Mahasiswa Waktu 60 Menit.

Nama Tabel : TBL_MHS Selesai 10:40 WIB

Nama Field

Filed Name Type Field Size
Nim Text 10
Nama_MHS Text 30
Alamat Text 50
SMT Text 4
Nama_ORTU Text 30
Pekerjaan Text 20
Alamat_Ortu Text 50

– Isikan Minimal 10 Record

– Buat Koneksi VB dengan Access

– Buat Coding Untuk Menampilkan Data di Acces.

Rumus Untuk Validasi Jika Data Yang SUdah ada KitA lakukan Penyimpanan lagi

Private sub CMD_Simpan( )

On Error GoTo ErrSImpan

dB.Execute “insert Into nama_tabel(field1,field2)values(‘” & text1.text & “’,’” & text2.text & “’)”

MsgBox “Data Sudah Berhasil DiProses”, vbInformation, “INFO”

ErrSImpan:

If Err.Number <> 0 Then

If Err.Number = -2147217900 Or Err.Number = -2147467259 Then

MsgBox “DATA SUDAH TERDAFTAR”, vbInformation, “INFORMASI”

Else

MsgBox CStr(Err.Number) & ” ” & Err.Description

End If

End If

End Sub

Private Sub CariData ()

Dim RsC As New ADODB.Recordset

RsC.CursorLocation = adUseClient

SQL=”select kd_brg,apa from tbl_barang where kd_brg=’ ” & text1.text & “ ’ ”

RsC.Open SQL, dB, adOpenStatic, adLockReadOnly

If Not RsC.EOF Then

Text1 = RsC(“Kd_Brg”)

Text2= RsC(“Nama_Brg”)

Combo1=RSC(“satuan”)

Combo2=rsc(“type_brg”)

Text3=rsc(“jumlah”)

MsgBox “Data Ada”, vbInformation, “INFO”

cmdSimpan.enabled=false

Else

Text1=” ”

Text2=” ”

CboPaket.ListIndex = 0

cmdSimpan.enabled=true

End If

RsC.Close

End Sub

Sekilas Visual basic 6.0

•November 12, 2009 • Leave a Comment

Bahasa pemrograman yang pertama kali saya pelajari adalah basic (basica.com dan QBasic), baru kemudian pascal dan C — dengan basis sistem operasi DOS. Ketika muncul sistem operasi windows (awal tahun 1990-an), kebanyakan orang (termasuk saya) langsung berimigrasi ke bahasa pemrograman yang disediakannya — Ms. Visual Basic. Basaha ini mudah, enak, banyak reource-nya, dan banyak penggunanya. Kita semua bisa bertanya dan berdiskusi mengenai bahasa pemrograman ini sesama teman. user interface-nya cukup bagus dan mudah untuk mendukung program aplikasi yang diperlukan. Banyak user bahasa lain pindah ke VB. Saya puas dengan VB.  Tutorial VB2 ; Tutorial VB

Tetapi, kemudian, muncullah bahasa pemrograman lain yang juga berbasiskan windows — delphi, visual C++, dan C++ builder. Seiring dengan perkembangan ini, sebenarnya tidak banyak pendidikan formal setingkat perguruan tinggi (mungkin hanya beberapa) yang mengajarkan materi VB. Pada umumnya, yang diajarkan adalah algoritma (yang sudah dekat dengan pascal, c, atau ada) yang kemudian diimplementasikan dalam compiler delphi (baru sebagian kecil vb). Pada era ini banyak pengguna yang pindah kembali dari vb ke delphi atau C++ builder. Saya yang sudah sedikit bisa VB kemudian juga berimigrasi ke delphi. Saya
pindah ke delphi karena banyak sekali kelemahan relatif vb.

Memang di satu sisi, VB merupakan bahasa pemrograman yang cukup ‘dimanja’ oleh developer dan pihak ketiga yang mendukungnya. Banyak contoh program dan komponen yang disediakan untuk VB. Cara & proses menginstall dan mengintegrasikan komponen ini kedalam project-pun relatif mudah di vb dibanding bahasa yang lain. VB digunakan dalam berbagai aplikasi.

Walaupun demikian, ketika saya ingin bekerja dengan tujuan atau aplikasi dengan kebutuhan tertentu, nampaklah beberapa kekurangan relatif VB. Sebagaimana diketahui, yang paling cepat adalah assembler. Tetapi untuk high language adalah C. Ternyata tidak. Delphi tidak lebih lambat dari C. Yang jelas memang VB yang terlambat. Hingga vb 6.0, setahu saya compiler VB tidak dapat membuat suatu file executeable dengan ukuran besar yang dapat
membungkus semua file yang diperlukan (OCX, DLL). Akibatnya, proses instalasi aplikasi yang dibangun dengan menggunakan VB harus juga menyertakan OCX dan DLL yang diperlukan.
Hal ini yang bisa merugikan pembuat OCX dan DLL komersial tersebut.

Dari pengamatan saya, sebagian pengguna VB tidak memanfaatkan konsep kelas (dan memang, menurut saya konsep kelas di dalam VB relatif bias dibanding C, delphi, Ada). Ironisnya, tidak sedikit pihak ketiga yang mengembangkan sebagian komponen VB membuat komponen VB dengan menggunakan compiler delphi atau C. Variabel, di vb bisa dibuat secara instant. Artinya boleh tidak dideklarasikan sebelumnya. Hal ini dapat dipandang kurang mendidik bagi penggunanya untuk bersikap hati-hati. Konsep struktur data tidak serapi pascal. Dan, masih banyak lagi kelemahan VB yang saya ketahui. Saya rasa yang lain juga merasakannya.

Menurut pengamatan sepintas saya, VB adalah compiler yang paling banyak digunakan di indonesia. Sementara di Amerika (juga eropa), VB sangat jarang digunakan untuk aplikasi komersial. Malah yang banyak digunakan adalah Delphi, C++ builder, Visual C++, dan lain sebagainya. Mungkin, kenyataan ini dapat memberikan gambaran aplikasi dan kondisi programmer kita di indonesia.

Ok, teman-teman, walaupun demikian, yang menjadi hakim (kriteria atau tolok ukur), tetap adalah kebutuhan. User requirement. Jadi, sesuai dengan pengalaman saya, dalam memilih bahasa pemrograman yang harus diperhatikan adalah kebutuhan atau bidang aplikasinya. Untuk aplikasi basisdata sederhana kita bisa pakai VB, delphi atau apa saja. Saya menggunakan VB untuk aplikasi sederhana. jika ingin aplikasi yang cepat, realtime, dan waktu menjadi kendala, sebaiknya gunakan bahasa yang lain. VB menjadi demikian kuat karena dukungan sistem operasi dan developer-nya.

posted by edi susanto



Pengertian Teknologi Komunikasi

•November 12, 2009 • Leave a Comment

Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainya. Teknologi komunikasi adalah :

1. Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat

2. Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial, ekonomi, dan politik

3. Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial dan politik tertentu

4. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.

Perbedaan Teknologi Komunikasi Dengan Teknologi Informasi

Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan.

Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembanganya teknologi komunikasi yang ada.

Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.

Bentuk Teknologi Informasi

A. Komunikasi suara Merupakan bentuk komunikasi mempergunakan suara dan indera pendengaran dari tempat yang terpisah dengan jarak tertentu

B. Komunikasi Tulisan dan Gambar Merupakan komunikasiyang mengirimkan informasi berbentuk tulisan dan gambar. Gambar yang dikirim dapat berupa gambar hidup (video) atau gambar diam, misalnya gambar teknik atau gambar grafik.

C. Komunikasi Data Informasi berupa data berita yang dikirimkan dengan menggunak komputer sebagai media pengirim dam media penerima informasi, serta dengan menggunakan jaringan telepon (public switched telepone network) atau menggunak jaringa telepon khusus (leased line atau private line)

Penerapan Teknologi Informasi

Penerapan teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi komunikasi mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi Proses penerapan teknologi komunikasi Terdapat 2 tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu :

A. Tahapan inisiasi Terdapat dua tingkatan, yaitu :

1. Tingkatan Agenda setting

2. Tingkatan Matching Apabila nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbulah keinginan untuk mengadopsi teknologi komunikasi yang diinginkan

B. Tahapan implementasi Terdapat tiga tingkatan, yaitu:

1. Tingkatan redefining (mengartikan ulang)

2. Tingkatan clarifying (menjelaskan)

3. Tingkatan routiningzing (kebiasaan)

Perspektif Tentang Penerapan Teknologi Komunikasi

Suatu organisasi /lembaga pengguna teknologi komunikasi memandang penererapan teknologi komunikasi sebagai :

1. Manajemen sistem

2. Proses birokrasi

3. Pengembangan organisasi

4. Proses tawar menawar Perspektif tentang penerapan teknologi komunikasi adalah :

1. Teknosentrik

2. Sosiosentrik

3. Konflik

4. Desain sistem

Pelaku Teknologi Komunikasi

Dalam rangkaian sumber, penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang tersangkut dan saling tergantung satu dengan yang lainya, yaitu :

1. Pemakai

2. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi

3. Produsen peralatan komunikasi

4. Badan yang mengatur/mengkoordinir seluruh kegiatan komunikasi dari ekonomis dan teknis dalam mengadakan peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.

Unsur-unsur Teknologi Komunikasi

Unsur-unsur teknologi komunikasi adalah :

1. Informasi dapat berupa tulisan, musik, gambar, dan data yang memiliki spektrum dan bentuk-bentuk yang berbeda.

2. Alat yang dipergunakan untuk mneruskan informasi, dengan media transmisi dan sistem modulasi

3. Dengan cara yang sesuai, bentuk akhir (informasi yang diterima) harus serupa mungkin dengan bentuk awal (informasi yang di kirimkan ) dan dalam batas-batas distorsi yang dapat di tolerir.

4. Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat melalui jarak yang semakin jauh dengan biaya yang seekonomis mungkin.

Perfomance Sistem Komunikasi

Faktor-faktor yang menentukan penampilan (perfomance) sistem komunikasi adalah :

1. Berita (informasi) harus dapat dimengerti oleh penerima

2. Karakteristi sistem komunikasi

3. Gangguan selama pengiriman informasi

Metode Penyampaian Informasi

Penyampaian informasi dapat dibedakn atas :

• Komunikasi dari titik ke titik (point to point) informasi dari satu sumber hanya di sampaikan pada satu penerima saja

• Komunikasi dari satu titik ke segala penjuru (broadcasting) informasi dapat diambil oleh siapapun yang memerlukan informasi dari sumber dan disebarluaskan ke seluruh penjuru secara bersamaan.

posted by rizki

Pengantar Linux

•November 11, 2009 • Leave a Comment

big tuxLinux [LINus UniX] merupakan sebuah sistem operasi yang dibuat oleh Linus Torvalds yang terinspirasi oleh Minix [MIni uNIX]. Minix merupakan sebuah sistem operasi kecil yang dikembangkan oleh Andrew S Tanenbaum. Pada awalnya Linux merupakan sebuah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds, remaja 21 Tahun yang kuliah di universitas Helsinki Finlandia.
Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991 yang kemudian diposting ke mailing list comp.os.minix, dengan maksud menawarkan sumber kode dari apa yang telah dia buat dan mengundang para programmer lain untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.
Pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan GNU/BASH [GNU Bourne Again Shell] dan GNU/GCC [GNU C Compiler], Linux versi pertama dirilis pada tanggal 14 Maret 1994, setelah tiga tahun mengalami masa pengembangan yang dilakukan oleh banyak programmer dari seluruh dunia. Saat ini Linux
yang biasanya dipaket dengan program-program dari proyek GNU ataupun program-program lain
dan dibundle dengan sebutan “distro Linux” merupakan sebuah sistem operasi turunan dari UNIX
yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan perangkat lunak, multimedia,
pekerjaan kantor dan lain sebagainya. GNU sendiri merupakan sebuah proyek yang didirikan oleh
Ricard M Stallman [RMS] pada tahun 1984, yang bertujuan untuk membuat sistem operasi lengkap
bergaya UNIX yang bebas bagi masyarakat.
Untuk penggunaan sehari-hari, pengguna dapat memilih distribusi Linux [Distro] yang
telah banyak dikenal, seperti Debian, RedHat, Mandrake, SuSE, Gentoo, Slackware, Ubuntu,
Kubuntu dan ratusan distro lainnya yang masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan
sendiri-sendiri. Perbedaan mendasar dari sebuah distro adalah paket-paket yang disertakan ataupun
manajemen paketnya akan tetapi dari perbedaan tersebut masih tetap menggunakan kernel Linux
yang sama yang masih dipimpin oleh Linus Torvalds.

Kelebihan Linux

Sistem operasi Linux memiliki banyak kelebihan bila dibandingkan dengan Sistem
Operasi lain, kelebihan-kelebihan itu antara lain adalah sebagai berikut ini :
– Bebas, Lebih dari sekedar gratis karena lisensi Linux adalah GNU/GPL sehingga orang bebas
mendistribusikan kembali, menulis ulang dan lain sebagainya selama masih mengikuti aturanaturan
dari lisensi GNU/GPL.
– Dokumentasi dan akses informasi yang lengkap dan mudah untuk didapatkan.
– Mengurangi ketergantungan pada vendor perangkat lunak tertentu.
– Kultur dan dukungan komunitas yang menyenangkan.
– Pengembangan yang sangat cepat karena source codenya dapat dikembangkan oleh siapa saja
yang ingin berpartisipasi dalam proyek tersebut.
– Lebih murah karena Linux merupakan free-software.
– Lingkungan yang ideal buat penerapan Server, misalnya Web Server, FTP Server dan lain
sebagainya.
– Memiliki fasilitas yang lengkap serta tangguh dalam masalah jaringan.

Sistem Linux Dasar

Sistem operasi Linux terbagi menjadi tiga bagian utama yang saling berinteraksi satu sama
lain, tiga bagian utama tersebut adalah :

– Kernel Linux
Kernel merupakan program inti dari Sistem Linux. Tugas yang dipegang oleh Kernel ini antara
lain :
a. Mengendalikan akses terhadap komputer
b. Mengatur memori komputer
c. Memelihara sistem file
d. Mengalokasikan sumber daya komputer diantara pemakai.

– Shell
Shell merupakan program yang memungkinkan pemakai dapat berkomunikasi dengan komputer.
Tugas shell adalah membaca perintah yang diberikan pemakai dan menerjemahkan perintah
[command intepreter] tersebut sebagai suatu permintaan dan meneruskanya ke Kernel. Pada
prompt shell, pemakai memberi perintah kepada shell dan kemudian shell akan langsung
memberikan respon. Perintah-perintah tersebut dapat dirangkai serta dapat disimpan dalam
sebuah file teks yang disebut dengan program shell atau shell scripting.

– Utilitas
Utilitas adalah program bantu diluar shell untuk melakukan tugas tertentu, misalnya saja untuk
mengedit dokumen, memanipulasi file, menambah user, menghapus user dan lain sebagainya.
File System Linux

File sistem merupakan kumpulan file-file pada media penyimpanan dimana file-file
tersebut diorganisasikan dengan suatu metode tertentu. File sistem Linux ataupun UNIX pada umumnya diorganisasikan dalam bentuk pohon [tree] yang kurang lebih seperti gambar dibawah ini :

file linux

Hierarki paling atas dari file system linux adalah root direktory [ “/” ] yang memiliki sejumlah anak
cabang yang disebut dengan direktory. Setiap direktory yang berada pada direktory lain disebut
dengan sub-direktory. Dari contoh gambar diatas direktory / mempunyai 4 sub direktory dan masingmasing
sub-direktory tersebut juga mempunyai sub-direktory lagi. Misalnya file MyCode.cpp dari
gambar diatas bila dipanggil dari root direktory menjadi /home/al3x/MyCode.cpp. Tapi bila
dipanggil dari direktory /home/ menjadi al3x/MyCode.cpp dan bila dipanggil dari direktory
/home/al3x cukup dengan MyCode.cpp.
Biasanya setiap direktory yang berada dibawah root-direktory mempunyai karakteristik
sendiri-sendiri, meskipun hal ini tidak mengikat. Karakteristik direktory tersebut antara lain :

tabel

Perintah Dasar

Banyak sekali perintah dasar dari sistem Linux, dan dari perintah-perintah tersebut masih
terdapat opsi [pilihan] dengan karakteristik seindiri-sendiri. Dalam kesempatan kali ini kita hanya
akan membahas perintah dasar Linux yang umum dan sering digunakan saja serta tanpa pilihan opsi
tertentu. Perintah-perintah tersebut antara lain :
Perintah Lingkungan Sistem

perinth

Perintah Manajemen Berkas

tbl

Perintah Lain

prnth